Kamis, 30 Agustus 2018

Lempar Cakram


Lempar Cakram
A. Pengertian Lempar Cakram

Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletikpada nomor lempar yang dimana sang atlet harus melempar cakram sebanyak 4 kalidalam setiap pertandingan untuk memperoleh jarak lempar terjauh pada lapangan khusus lempar cakram dengan aturan yang berlaku. Dalam pertandingan lempar cakram, atlet akan bertanding sesuai dengan kelasnya yang dibagi berdasarkan umur atlet. Kategori tersebut akan mempengaruhi berat cakram yang akan dipergunakan oleh atlet. Namun pada umumnya berat cakram untuk atlet putra adalah 2 kg dengan ukuran diameter 22cm dan untuk atlet putri adalah 1 kg dan diameter 18 cm
Menurut peraturan organisasi atletik internasional, IAAF (Internasional Amateur Athletic Federation), atlet lempar cakram usia muda (16-17) tahun akan melempar cakram dengan berat 1,5 kg, sementara untuk kelas junior atau usia (18-19 tahun) akan melempar cakram dengan berat 1,75 kg, dan usia 20-49 tahun adalah 2 kg. Sementara itu bagi atlet putri, beban cakram 1 kg diperkenankan untuk segala usia hingga batas usia 75 tahun.
Sejauh ini yang menjadi atlet lempar cakram dalam pertandingan berskala internasional adalah para atlet yang berusia antara 20 tahun-49 tahun. Rata-rata mereka masih segar bugar dan berbadan besar serta masih memiliki stamina yang sangat terjaga dengan baik sehingga bisa melempar cakram dengan jarak yang sangat jauh dan rekor terjauh yang sementara ini tercatat adalah 74,08 meter oleh Jurgen Schult pada 6 juni 1986 di Neubrandenburg.

B. Sejarah Lempar Cakram



Aktivitas melempar mula-mula bukanlah olah raga, melainkan aktivitas sehari-hari manusia untuk bertahan hidup pada masa berburu dan meramu hingga masa saat ini.
Lempar cakram menjadi sebuah olah raga yang dipertandingkan diperkirakan mulai ada bahkan sejak abad ke 5 sebelum masehi.
Di Yunani, olah raga ini menjadi salah satu olah raga tertua yang ditandai dengan adanya peninggalan patung kuno seorang lelaki yang memegang cakram dalam posisi akan melempar, yakni patung Myron Discobolus.
Tak hanya di Yunani, di beberapa negara Eropa terdapat patung kuno sejenis, yakni seseorang atau dua orang yang sedang melemparkan cakram.
Hal ini menandakan bahwa olah raga lempar cakram di Eropa masa lalu merupakan olah raga yang penting.
Lempar cakram merupakan olah raga yang selalu ada dalam setiap ajang olah raga internasional seperti olimpiade. Tak hanya itu, lempar cakram merupakan olah raga yang menjadi ikon.
Sejak olimpiade modern yang diadakan pertamakali pada tahun 1896, gambar atas figur atlet lempar cakram menjadi ikon untuk mempromosikan ajang bergengsi tersebut yang bahkan dibuat untuk stempel pada tahun 1896..
Semenjak runtuhnya kejayaan eropa kuno, olah raga ini sempat menghilang dalam kehidupan masyarakat dan hanya menjadi cerita dalam narasi sejarah.
Olah raga ini kemudian ditemukan kembali oleh seorang German, Christian Georg Kohlrausch bersama muridnya pada tahun 1870 melalui riset sejarah yang panjang.

 

C. Cara Memegang Cakram

 

Sampai saat ini cara memegang cakram yang paling efisian hanya ada dua cara, yakni dengan posisi tangan sebagai berikut:
1. Cakram dipegang dengan tangan kanan (atau tangan kiri bagi atlet yang kidal).
Posisi cakram melekat pada telapak tangan dan ditahan dengan jari-jari tangan, yakni ruas jari telunjuk-kelingking mencengkram pinggir cakram dan ibu jari diposisikan bebas. Posisi jari telunjuk-kelingking terbuka lebar sehingga menjangkau lebih luas pinggiran permukaan cakram.
Selain itu, posisi tangan agak ditekuk ketika memegang cakram agar bagian cakram yang tidak dicengkram jari bisa mendapatkan tumpuan sehingga tidak mudah jatuh ketika diayun dan dilemparkan.
2. Posisi ini hanya sedikit berbeda dengan posisi pertama dan perbedaannya hanya terletak pada kerapatan jari.
Cara melakukannya adalah, cakram dipegang dengan tangan kanan (atau tangan kiri bagi atlet yang kidal).
Posisi cakram melekat pada telapak tangan dan ditahan dengan jari-jari tangan, yakni ruas jari telunjuk-kelingking mencengkram pinggir cakram dan ibu jari diposisikan bebas.Posisi jari telunjuk-kelingking tidak terbuka lebar alias rapat sehingga tidak menjangkau secara luas pinggiran permukaan cakram.
Selain itu, posisi tangan agak ditekuk ketika memegang cakram agar bagian cakram yang tidak dicengkram jari bisa mendapatkan tumpuan sehingga tidak mudah jatuh ketika diayun dan dilemparkan.
D. Gaya dalam lempar cakram ditentukan dari awalan yang dipilih.
1. Lempar Cakram Gaya Samping
Gaya samping merupakan gaya dalam lempar cakram dimana pada saat persiapan, posisi tubuh atlet menghadap ke samping atau searah dengan tangan yang dipergunakan untuk memegang cakram.
Umumnya adalah samping kanan karena sebagian besar atlet lempar cakram menggunakan tangan kanannya untuk memegang cakram.
Melalui gaya ini, atlet bisa mengambil ancang-ancang dengan dua cara, yakni membuat ayunan dari samping ke depan beberapa kali untuk mengukur sudut lalu pada ayunan kesekian ia akan melepaskan cakram sejauh mungkin ke depan.
2. Lempar Cakram Gaya Belakang
Lempar cakram gaya belakang pada dasarnya sama dengan lempar cakram gaya samping, hanya saja yang membedakannya adalah posisi tubuh saat memulai awalan.
Gaya belakang ini memiliki keuntungan, yakni jarak untuk menciptakan momentum lempar lebih luas sehingga secara teoritis hasil lemparan akan lebih jauh.
Namun demikian, gaya ini lebih sulit daripada gaya samping dan cenderung memiliki resiko yang lebih besar karena ketika atlet menghadap kebelakang ia tak bisa menentukan titik lempar sebaik pada gaya sisi samping.
Ada dua cara dalam melakukan lempar cakram gaya belakang, yang pertama atlet akan membuat gerakan setengah lingkaran lalu melepaskan cakramnya, dan yang kedua atlet membuat satu putaran penuh lalu melepaskan cakramnya.
E. Teknik Dasar
Ada beberapa hal yang hendak dibahas secara umum tentang teknik dasar melempar cakram, yakni:
1. Persiapan
Proses ini merupakan hal yang penting sebelum atlet masuk ke arena, yakni atlet sudah harus melakukan pemanasan dan peregangan untuk menghindari cidera otot.
Pemanasan bisa dilakukan dengan cara berlari selama kurang lebih 30 menit. Fungsi dari pemanasan ini adalah untuk membuat tubuh tidak kaku dan siap untuk melakukan peregangan.
Proses peregangan harus mencangkup seluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki karena bagaimanapun juga lempar cakram melibatkan suluruh bagian tubuh dengan energi besar sehingga rawan cidera.
Beri porsi lebih untuk meregangkan bagian leher, lengan, pundak, pergelangan tangan, jari-jari tangan, tulang punggung, pinggul, serta pergelangan kaki.
2. Awalan
Ketika atlet sudah masuk arena, maka yang perlu diperhatikan adalah menentukan posisi tubuh sesuai dengan gaya yang akan dipergunakan. Usahakan badan rileks dan pikiran fokus pada tubuh serta latihan-latihan yang pernah dijalani.
Lempar cakram merupakan olah raga yang membutuhkan ketenangan ekstra sebelum memulainya. Tidak ada salahnya atlet melakukan orientasi lapangan, meski ia sudah hafal dan mungkin telah ribuan kali melakukannya, yakni dengan berjalan mengelilingi lingkaran tempat melakukan lemparan sambil melihat area target.
Fokuskan pikiran pada target terjauh. Lalu mulailah melakukan gerakan untuk menciptakan momentum lemparan sesuai dengan gaya yang dipergunakan.
3. Melempar
Lakukan gerakan melempar sesuai gaya yang dipergunakan.

 

F. Teknik Lempar Cakram
1. Teknik Lempar Cakram Gaya Samping

 

2. Teknik Lempar Cakram Gaya Belakang




G. Arena lempar cakram :

H. Peraturan Lempar Cakram
Ada beberapa peraturan dalam lempar cakram sebagaimana akan diuraikan berikut ini:
1.    Untuk pertandingan berskala internasional, ukuran lapangan dan ukuran cakram menggunakan ukuran standard yang ditetapkan IAAF sebagaimana telah dijabarkan pada bagian sebelumnya.
2.    Pertandingan menggunakan 5 wasit, 2 wasit berada di area atlet melempar dan bertugas untuk mengawasi kaki atlet saat berputar sekaligus memberikan aba-aba kepada atlet, sedangkan 3 wasit lainnya berada di lapangan pendaratan dan bertugas mengawasi titik jatuh cakram dan mengukur jarak jatuh cakram dari titik lempar.
3.    Atlet tidak diperbolehkan keluar lingkaran setelah berada pada posisi siap dan sebelum menyelesaikan lemparan.
4.    Atlet tidak boleh menginjak bagian luar lingkaran ketika melakukan lemparan.
5.    Atlet dinyatakan diskualifikasi apabila setelah melempar atlet keluar arena melalui sector lempar
Sekian informasi mengenai lempar cakram, semoga anda dapat menjadi atlet lempar cakram internasional. Terima kasih.

Referensi  :
https://www.google.co.id/search?q=arena+lempar+cakram&safe=strict&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=SQVsts3quhVTTM%253A%252CJ5bzpq847o2UhM%252C_&usg=AFrqEzeVoN5G1dAE1vtpCH9U2iTZQb_NOQ&sa=X&ved=2ahUKEwiMytGh3ZPdAhWZV30KHaaJBxsQ9QEwAXoECAYQBA#imgrc=gI9myr0LYv44sM:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar