Tolak Peluru
Dibuat oleh :
Wahyu Nur Rahman
Fakultas Ilmu Keolahragaan
Pendidikan Kepelatihan Olahraga
18602241003
Tolak
Peluru
Pengertian Tolak Peluru
Tolak peluru adalah salah
satu cabang olahraga melempar dalam atletik dimana sang atlet akan melemparkan
sebuah bola besi sejauh mungkin dari titik lempar menuju titik pendaratan
dengan menggunakan teknik tertentu dan aturan main yang telah ditetapkan. Olahraga
tolak peluru bisa dilakukan di lapangan indoor ataupun outdoor.
Tolak peluru merupakan
satu-satunya yang bisa dilakukan di lapangan indoor karena tidak seperti lempar
cakram misalnya, tolak peluru tak membutuhkan area pendaratan peluru yang luas,
karena sejauh ini belum ada atlet yang sanggup melempar hingga melebihi jarak
25 meter.
Tolak
peluru merupakan salah satu olah raga berat yang tidak bisa dilakuka
sembarangan, meski olah raga ini terkesan sepele, yakni hanya melakukan tolakan
bola besi dan selesai.
Rata-rata
para juara dunia baik untuk kelas laki-laki atau perempuan, memiliki postur
tubuh yang besar dan memiliki energi kuat untuk melakukan tolakan meski banyak
juga atlet tolak peluru yang memiliki postur tubuh sedang. Faktor penentu dalam
tolak peluru secara umum ada 2, yakni teknik dan postur tubuh atlet.
Sejarah Tolak Peluru
Tolak peluru merupakan olah
raga yang telah ada sejak zaman Yunani kuno, hanya saja pada waktu itu bentuk
dan tata cara olahraga ini tentu saja berbeda.
Menurut
Homer, pada waktu itu olahraga tolak peluru bernama lempar beban (weight
trowing). Hanya saja tak ada catatan sejarah mengenai bentuk atau bahkan jenis
beban persisnya (yang bisa ditelusuri dari data sejarah yang ada hanyalah
lempar batu) yang dipergunakan pada waktu itu.
Namun demikian, olah raga
ini merupakan salah satu jenis latihan perang yang dilakukan oleh para prajurit
Troya yang kemudian dipertandingkan. Sekali lagi, kompetisi ini tidak bisa
dilacak jejaknya. Salah satu jejak yang bisa ditemukan dalam olah raga lempar
beban tersebut adalah kompetisi yang diadakan di Skotlandia pada abad ke 1.
Pada abad ke 16 di Inggris,
Raja Henry ke VIII juga menyelenggarakan pertandingan yang serupa, yakni lempar
beban dan lempar palu. Kompetisi pertama yang bentuknya mendekati tolak peluru
masa kini adalah kompetisi pada era pertengahan di mana kompetisi yang
diselenggarakan oleh kalangan militer ini diikuti oleh para prajurit yang
melemparkan bola besi sejauh mungkin dari titik tolak.
Kompetisi tolak peluru yang
pertama kali terdokumentasikan adalah kompetisi di Skotlandia sebagai salah
satu bagian dari The British Amateur Championships pada tahun 1866. Sejak saat
itu olah raga ini mulai digemari khususnya di negara-negara Eropa dan menjadi
salah satu nomor atletik yang dipertandingkan dalam olimpiade modern pertama di
Yunani pada tahun 1896.
Gaya Tolak Peluru
Dalam olah
raga tolak peluru, ada tiga gaya yang pernah digunakan dalam pertandingan,
yakni gaya Klasik, Gaya Glide (meluncur) dan gaya spin (berputar). Berikut
penjelasan selengkapnya:
1. Gaya samping
Gaya
ini merupakan gaya yang paling tua dan tidak diketahui siapa penemunya. Gaya
ini merupakan gaya tolak peluru yang menggunakan awalan menyamping, yakni atlet
menghadap kesamping dalam posisi siap sebelum mulai menolak peluru.
Pada gaya ini, peluru
mula-mula dipegang dengan dua tangan, tangan kanan menyangga peluru di atas
bahu, dan tangan kiri memegang atau menjaga peluru bagian atas. Namun peluru
tersebut nantinya tetap akan dilempar dengan menggunakan satu tangan, yakni
tangan kanan.
2. Gaya meluncur ( O’Brien )
Gaya
ini pertama kalinya dirilis pada tahun 1951 dan pertamakali dipergunakan oleh
Parry O’Brien dari Amerika Serikat. Berbeda dengan gaya samping, pada gaya ini
atlet akan melakukan setengah putaran terlebih dahulu sebelum melontarkan
peluru.
Pada gaya ini, atlet akan
menghadap ke belakang pada persiapan awalnya, lalu mendorong tubuhnya ke arah
belakang untuk kemudian segera menghadap depan dan melontarkan peluru.
Lemparan
terjauh dengan menggunakan gaya ini adalah lemparan milik Ulf Timmermann
(Jerman Timur) dengan jarak lempar sejauh 23.06 meter.
3. Gaya Spin (berputar)
Gaya
ini pertamakali d rilis pada tahun 1972 oleh Aleksandr Baryshnikov dari Rusia
yang berhasil membuat rekor baru untuk nomor putra dengan jarak lempar 22 meter
di tahun itu.
Pada
gaya ini, atlet akan melakukan putaran 360 derajad sebelum melakukan lemparan. Gaya
berputar ini diharapkan mampu memberikan momentum terbaik untuk melempar peluru
sejauh-jauhnya.
Gaya ini merupaka gaya yang
paling sulit dalam tolak peluru karena atlet tak hanya fokus pada kekuatan
tolakan, namun juga harus menguasai teknik berputar dengan baik. Jika sedikit
saja atlet melakukan kesalahan dalam putaran, maka hasilkan akan buruk dan
bahkan bisa berujung pada kegagalan.
Atlet terbaik dalam tolak peluru yang memecahkan rekor
baru dengan gaya ini adalah Jackson Gill yang berhasil menolak dengan jarak
24.45 meter.
Teknik Tolak Peluru
1. Teknik Tolak Peluru Gaya Glide (meluncur)
2. Teknik Tolak Peluru Gaya Spin (berputar)
Peraturan Tolak Peluru
Dalam olahraga tolak peluru, ada beberapa aturan yang
tidak boleh dilanggar oleh peserta. Berikut ini merupakan 9 point peraturan
tolak peluru:
1. Atlet boleh memasuki lingkaran tolakan dari arah mana saja. Biasanya para atlet memilih untuk masuk lingkaran dari sisi belakang dan samping.
2. Atlet tolak peluru hanya memiliki waktu 60 detik untuk
menyelesaikan pertandingan setelah namanya dipanggil.
3. Atlet tidak diperkenankan menggunakan sarung tangan,
namun masih boleh menggunakan pelindung ruas jari (taping) selama pertandingan.
4. Atlet harus menahan peluru dengan menggunakan lehernya
selama ia melakukan gerakan untuk tolakan.
5. Peluru harus dilontarkan/ditolak hanya dengan menggunakan satu tangan dengan
posisi lebih tinggi dari bahu.
6. Atlet hanya boleh melakukan gerakan tolakan di dalam
lingkaran saja, ia menyentuhkan kakinya sedikit saja di luar batas sisi
setengah lingkaran bagian depan, maka ia dinyatakan diskualifikasi.
7. Peluru harus mendarat pada sektor area pendaratan yang
disediakan (45 dejarat).
8. Atlet harus meninggalkan lingkaran setelah melakukan
lemparan hanya dengan melewati sisi lingkaran bagian belakang.
9. Atlet hanya boleh meninggalkan lingkaran setelah peluru
mendarat.
Peluru yang digunakan
Bola besi/peluru dengan ketentuang sebagai berikut:
Besar bola menyesuaikan dengan jenis lapangan, biasanya
lapangan indor akan menggunakan bola dengan ukuran sedikit lebih besar dari
outdoor dan tentunya bola tersebut dibuat dengan bahan yang berbeda asalkan beratnya
sama. Peluru ini bisa dibuat dari bahan berupa pasir, besi, logam solid,
stainless steel, material sintetis dan polyvinyl.
Bola besi/peluru untuk senior putra dengan berat 7.257 Kg
Bola besi/peluru untuk senior putri dengan berat 4 Kg
Bola besi/peluru untuk junior putra dengan berat 5 Kg
Bola besi/peluru untuk junior putri dengan berat 3 Kg
Arena Tolak Peluru
Refferensi






Tidak ada komentar:
Posting Komentar